BeritaLampung Timur

Potret Humanis Bhayangkara Dorong Gerobak Hingga Duduk Lesehan Bersama Warga, jemaad gereja.

Avatar
21
×

Potret Humanis Bhayangkara Dorong Gerobak Hingga Duduk Lesehan Bersama Warga, jemaad gereja.

Sebarkan artikel ini

POLISI BERSAMA MASYARAKAT, Bedah Rumah jaga komplek geraja GKSBS DS Sriminosari Mbah supini janda usia 80 tahun sebagai penjaga Gereja GKSBS sriminosari kec Labuhan Maringgai :

 

Potret Humanis Bhayangkara Dorong Gerobak Hingga Duduk Lesehan Bersama Warga, jemaad gereja.

 

*Lampung Timur –* Jika biasanya polisi identik dengan patroli dan penegakan hukum, berbeda dengan yang dilakukan jajaran *Polsek Labuhan Maringgai, Polres Lampung Timur*. Di bawah kepemimpinan *Kapolres Lampung Timur AKBP Yuliansyah, S.I.K., M.H.*, dan di eksekusi langsung di lapangan oleh *Kapolsek Labuhan Maringgai KOMPOL RIZAL EFENDI, S.H.*, program kemanusiaan *Bedah Rumah ke-4* mbah. SUPINI seorang janda Usia 80 tahun sebagai penjaga Gereja sukses dilaksanakan pada *Selasa, 03 November 2026 di Dusun 1 Pekawatan, Desa Sriminosari.*

 

Bukan sekedar seremoni, foto-foto yang beredar membuktikan keikhlasan Bhayangkara. Terlihat Kapolsek dan anggotanya tidak segan-segan *mendorong gerobak berisi tanah, menggali pondasi dengan cangkul, hingga mengangkat atap seng bersama warga.* Bahkan, momen paling humanis terlihat saat *Kompol Rizal Efendi, S.H., duduk lesehan di bangku kayu, berbincang santai sambil minum air putih bersama Mbah Supini seorang janda di depan rumah kuning sederhana mereka.

 

Sasaran bedah rumah kali ini adalah *Mbah Supini*, penjaga Gereja Kristen Sumatera Bagian Selatan (GKSBS) Mataram Baru Kelompok Sriminosari*. Rumah Mbah Supini yang sebelumnya tidak layak huni, kini perlahan berubah menjadi hunian yang layak berkat kerjasama luar biasa antara *Polri dan Jemaat GKSBS*.

 

> “Ini perintah dan arahan Bapak Kapolres Lampung Timur AKBP Yuliansyah, S.I.K.,M.H. bahwa Polri harus berkeringat bersama rakyat. Tidak ada jarak antara polisi dan masyarakat. Hari ini kami belajar bahwa kebahagiaan itu sederhana, ketika kita bisa membuat Mbah Supini tersenyum. Polri tidak memandang suku, agama, dan status sosial. Kita semua bersaudara,” ujar Kompol Rizal Efendi, S.H., sambil tersenyum di tengah terik matahari.

 

Ketua Majelis GKSBS Kelompok Sriminosari, *Tri Prayitno*, tak mampu menyembunyikan rasa harunya.

 

> “Kami terharu, Pak Kapolsek mau dorong gerobak, mau cangkul tanah bersama kami. Ini baru pertama kali kami lihat polisi seperti ini. Terima kasih kepada Bapak Kapolres AKBP Yuliansyah, S.I.K.,M.H. dan Bapak Kapolsek Kompol Rizal Efendi, S.H. Semoga kebaikan Polri dibalas oleh Tuhan Yang Maha Esa,” ucapnya.

 

Kegiatan ini menjadi bukti nyata implementasi *Transformasi POLISI BERSAMA MASYARAKAT * program BP KAPOLRI JENDRAL SUYUDI ARIO SETO, S.I.K.,S.H.,M.Si yang tidak hanya bekerja dalam penegakan hukum, tetapi juga bekerja dalam kepedulian sosial dan toleransi beragama.

 

Kegiatan diakhiri dengan doa bersama dan foto bersama, meninggalkan kesan mendalam bahwa di Sriminosari, Polri dan rakyat adalah satu.

 

Muhamad Jahri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *