Di era digital, HP di genggaman bisa jadi ladang pahala atau ladang masalah. Menyikapi maraknya berita tidak akurat + ujaran kebencian di media sosial, Tim SERGAP BUSER Lampung Timur mengimbau seluruh warga, khususnya Mitra Media Sergap Buser, untuk lebih bijak bermedia sosial.
“Jempol kita ngetik, tapi hukum yg kerja” – itu pesan utama kami.
*1. Larangan Sebar Berita Tidak Akurat/Hoax*
Setiap warga negara dijamin kebebasan pers & berpendapat. Tapi kebebasan itu ada batasnya. Menyebar berita bohong, editan, atau narasi provokatif tanpa cek fakta = melanggar hukum.
*Payung hukumnya jelas:*
– *UU ITE Pasal 28 ayat 1*: Ancaman 6 tahun penjara + denda 1 Miliar bagi yg sengaja nyebar berita bohong yg meresahkan masyarakat.
– *KUHP Pasal 14 & 15*: Ancaman 10 tahun penjara bagi penyebar “berita bohong” yg bikin kegaduhan.
*2. Larangan Ujaran Kebencian/Hate Speech*
Ngehina, memfitnah, SARA, adu domba sesama warga ,lewat komentar FB, WA, TikTok = bukan “ekspresi bebas”. Itu pidana.
*Payung hukumnya:*
– *UU ITE Pasal 27 ayat 3*: Pencemaran nama baik. Ancaman 4 tahun penjara.
– *UU ITE Pasal 28 ayat 2*: Ujaran kebencian SARA. Ancaman 6 tahun penjara.
3. Tips Bijak Bermedsos dari SERGAP BUSER:
Sebelum share atau komen, tanya 3 hal ini dulu ke diri sendiri:
– BENAR? Udah cek ke 2 sumber terpercaya belum? Ada bukti foto/video asli gak?
– BERMANFAAT? Komentar lu ngebangun atau ngebakar?
– *BERETIKA?* Kalau dibaca anak lu, lu bangga gak?
Kritik ke pejabat boleh, marah ke kebijakan boleh, asal pake data + fakta + bahasa santun.
Ingat lur: Medsos itu alun-alun digital. Kalau di alun-alun beneran kita gak berani teriak fitnah, di HP juga jangan.
Mari jaga Sriminosari, Labuhan Maringgai tetap adem ayem. Beda pendapat boleh, beda hati jangan.
Penulis: M.JAHRI












