SERGAPBUSER.COM, PANDEGLANG – Program bantuan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan bantuan sosial di Kabupaten Pandeglang kembali disorot. Pasalnya, masih banyak warga miskin yang rumahnya jauh dari kata layak justru belum tersentuh bantuan pemerintah.
Salah satunya dialami Supriatna, 32 tahun, warga Kampung Karang Mengpeuk, Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Panimbang. Bersama istri Munani, 31 tahun, dan dua anaknya, ia tinggal di sebuah rumah papan berlantai geribik yang kondisinya memprihatinkan.
“Selama menikah kami cuma bisa pasrah hidup di rumah lusuh ini. Saya kerja buruh nelayan pakai perahu, penghasilan pas-pasan,” ujar Supriatna saat ditemui tim media, Rabu, 20/05/2026.
Menurutnya, selama menempati rumah tersebut belum pernah ada bantuan apa pun yang masuk, baik Program Keluarga Harapan (PKH) maupun bansos lainnya. Padahal, setiap tahun ia mengaku selalu didata oleh petugas pemerintah untuk pengajuan bantuan Bedah Rumah.
“Kami hanya diiming-imingi bantuan Bedah Rumah dan bantuan lainnya seperti PKH dan bansos. Malah sudah ada beberapa pegawai yang moto rumah kami, tapi tak pernah kembali lagi, Pak,” keluhnya sambil berlinang air mata.
Supriatna mengaku puluhan tahun hidup dalam kondisi rumah yang jauh dari layak. Harapan satu-satunya kini ia titipkan kepada Dinas Sosial, Pemerintah Kabupaten Pandeglang, dan Bupati Pandeglang.
“Setiap tahun saya didata katanya untuk pengajuan bantuan. Tapi semua itu hanya iming-iming saja, nyatanya bantuan dari pemerintah tak pernah kami dapatkan,” katanya.
Tim media yang turun langsung ke lokasi membenarkan kondisi rumah keluarga empat jiwa itu memprihatinkan. Rumah papan dan geribik menjadi satu-satunya tempat berteduh keluarga rentan ekonomi ini.
Kasus Supriatna menambah daftar panjang keluhan warga terkait penyaluran bantuan sosial yang dinilai tidak tepat sasaran dan minim tindak lanjut di lapangan.
Wawan anggriawan SH












