BeritaLAMPUNG

Kondisi Jembatan Margasari-Sukorahayu Parah, Sampah & Bangunan Liar Perparah Kondisi, Warga Sorot Pengusaha, PU, dan Pemdes.

Avatar
557
×

Kondisi Jembatan Margasari-Sukorahayu Parah, Sampah & Bangunan Liar Perparah Kondisi, Warga Sorot Pengusaha, PU, dan Pemdes.

Sebarkan artikel ini

SERGAPBUSER.COM, Lampung Timur,19 mei 2026, Jembatan penghubung Desa Margasari dan Desa Sukorahayu kini berubah jadi jebakan maut. Kondisi rusak parah, dipenuhi sampah, dikelilingi bangunan liar, tanpa papan peringatan, tapi tetap dilintasi warga dan kendaraan berat setiap hari. Publik mulai bertanya: kemana tanggung jawab pengusaha, Dinas PU, dan pemerintah desa?

 

Dokumentasi lapangan SBTV Lampung menunjukkan kondisi jembatan yang memprihatinkan. Besi penyangga keropos dan retak dimakan karat. Lantai jembatan berlubang besar, hanya ditutup plat besi tipis yang sudah berkarat. Tidak ada tanda bahaya, tidak ada pengamanan.

 

Kondisi makin diperparah dengan tumpukan sampah di bibir sungai tepat di bawah jembatan. Sampah tersebut diduga berasal dari aktivitas pasar dan pembuangan liar warga. Ditambah lagi, keberadaan bangunan liar di sepanjang bantaran sungai memperparah penyempitan aliran dan mempercepat kerusakan struktur jembatan.

 

Yang lebih memprihatinkan, jembatan rapuh ini justru dijadikan tambatan perahu nelayan. Tarikan tali pada struktur yang sudah lapuk mempercepat kerusakan. Sementara kendaraan pengangkut hasil laut melintas dengan muatan overload, menambah beban pada jembatan yang seharusnya sudah dibatasi.

 

Beban berlebih dan air asin dari kendaraan pengangkut hasil tangkapan nelayan terlihat jelas memperparah kerusakan. Warga menduga ada pembiaran dari pihak terkait yang setiap hari melintas untuk kepentingan bisnis.

 

“Kalau dibiarkan terus, jembatan ini tinggal tunggu waktu ambruk. Yang rugi siapa? Ya warga,” ujar salah seorang warga yang enggan disebut namanya.

 

Sekdes Sukorahayu, Yuli saat di konfirmasi lewat WhatsApp mengaku sudah berulang kali mengusulkan perbaikan ke

pemerintah dan menghimbau warga agar berhati-hati saat melintasi jembatan.

 

Saat media ini di lapangan,nampak belum ada tindakan nyata dari yang terkait, termasuk pemasangan papan peringatan darurat dan larangan penambatan perahu serta larangan membuang sampah ke bibir sungai.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar warga ,Apakah harus menunggu ada korban jiwa dulu baru bergerak?

 

Upaya konfirmasi ke Kepala Desa Margasari di kantor desa terkait jembatan dan sampah namun sayang tidak membuahkan hasil karena yang bersangkutan tidak berada di tempat.

Tumpukan sampah dan bangunan liar di bibir sungai jadi bukti nyata lemahnya pengawasan dan penegakan aturan lingkungan oleh yang terkait. Seharusnya d

Yang terkait bersinergi menertibkan, bukan membiarkan.

Warga mendesak Dinas PU Lampung Timur, Pemdes Margasari dan Sukorahayu, serta para pengusaha yang melintas untuk segera bertanggung jawab. Minimal, pasang papan peringatan, tertibkan bangunan liar, bersihkan sampah, dan batasi muatan berat sebelum perbaikan permanen dilakukan.

 

“Jangan tunggu ada yang jatuh ke sungai baru sibuk. Nyawa warga bukan bahan uji coba,” tegas warga lain.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Dinas PU Lampung Timur terkait kapan perbaikan akan dilakukan.

 

Muhamad jahri

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *